Kemana Perginya Rajungan Bangsaku
Dulu, waktu saya masih kecil, tepatnya kira kira tahun 80 han, dikampung saya Belawan setiap hari selalu terlihat pemandangan rajungan yang berukuran besar dipasar dengan harga yang sangat murah. Bahkan kata kakek (kebetulan keluarga saya keluarga nelayan), rajungan itu selalu jadi musuhya nelayan jaring ikan. Rajungan sering merusak jaring dan harganya juga murah. Oh ya... kalau dikampung kami rajungan itu sering disebut KETAM RENJONG. Memasuki tahun 90 han mulai muncul perusahaan2 yang membeli rajungan dengan harga yang lebih bagus. Mulailah terjadi pengekporasian rajungan secara besar besaran. Harga yang mahal dan mampu menambah penghasilan nelayan dan sekaligus menambah devisa.
Namun sekarang situasinya menjadi sangat berbeda. Rajungan yang besar2 itu sangat sulit ditemakan. Belum sempat besar sudah diambil. Saya sudah memasuki beberapa pulau2 di Indonesia. Kenyataanya sama. Jangankan yang besar, yang kecilpun sudah mulai susah mendapatkannya.
Saya tidak bisa membanyangkan, bagaimanakah nasib rajungan 10 - 20 tahun mendatang. Haruskah rajungan menjadi mahluk laut yang langka???????? Tidak adakah upaya untuk melastarikannya????

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda